Kamis, 25 Oktober 2007

Stimulasi Otak



Teknologi Stimulasi Otak. Ini adalah salah satu adaptasi dari beberapa Teknologi terbaik yang dikembangkan 40 tahun terakhir oleh ahli-ahli otak dunia.

Teknologi Stimulasi Otak akan membantu anda untuk meningkatkan unjuk kerja otak anda secara signifikan. Selain itu, Teknologi ini juga akan membantu anda mengembangkan psikologi, kesehatan mental, dan kesehatan fisik anda. Dalam faktanya, Teknologi ini merupakan intisari dari berbagai macam Teknologi dan Metode pengembangan potensi Otak, Psikologi Modern, serta Kesehatan Fisik dan Mental.

Bagaimana Teknologi ini bekerja ?
Teknologi Stimulasi Otak ini bekerja dengan memanfaatkan frekwensi suara yang unik. Seperti telah diakui lembaga sains dan penelitian tentang otak, suara memiliki pengaruh besar terhadap kinerja otak, contohnya efek musik Klasik dan Jazz terhadap Otak dan Psikologi Manusia. Dengan berdasarkan pada konsep frekwensi suara inilah, Teknologi Stimulasi Otak kami mampu menghasilkan frekwensi suara khusus yang dikenal dengan nama Binaural Beat Frequency.

Binaural Beat Frequency adalah frekwensi yang dihasilkan melalui perhitungan matematika kompleks sehingga mampu menginterferensi dan menstimulasi gelombang otak untuk memasuki kondisi "trance". Binaural Beat Frequency memiliki pengaruh yang kuat, bahkan lebih kuat dari pengaruh musik Klasik. Singkatnya, Teknologi Stimulasi Otak ini adalah solusi dan produk terkuat untuk meningkatkan potensi dan kinerja otak manusia secara signifikan, cepat dan aman !

Robot

Ilmuwan di Jerman berhasil menemukan cara untuk membuat robot berjalan mirip manusia. Bukan hanya mirip, robot ini pun bisa berjalan cepat dibandingkan robot serupa yang sudah ada.

Robot itu bernama Runbot, sebuah robot berkaki dua berukuran kecil yang bisa bergerak sejarak tiga kali panjang kakinya dalam satu detik. Ini hanya sedikit lebih lambat dari kecepatan manusia saat berjalan dengan cepat.

Robot ini menggunakan teori 'otak dengkul' yang dikemukakan pertama kali oleh NIkolai Bernstein pada era 1930-an. Teori itu pada intinya mengemukakan bahwa otak manusia (yang ada di kepala) tidak melulu memproses cara berjalan.

Otak, ujar Bernstein, hanya bekerja saat berjalan dari satu permukaan ke permukaan lain, misalnya dari lantai ke rumput, atau saat permukaan tidak rata. Selebihnya, kemampuan berjalan ditangani oleh 'otak' alias syaraf-syaraf di tulang punggung dan kaki, termasuk di dengkul.

Dengan menerapkan teori tersebut, Profesor Florentin Woergoetter dan tim dari Universitas Gottingen, Jerman, berhasil membuat Runbot. Tim Woergoetter mencakup ilmuwan dari berbagai latar belakang, termasuk Poramate Manoonpong, Tao Geng, Tomas Kulvicius dan Bernd Porr.